Rabu, 04 Juni 2008

-Gaara-



Sabaku no Gaara (Gaara si pasir), begitulah julukan yang diberikan untuknya. Sikapnya yang begitu dingin dan tidak banyak bicara itu serta kekuatannya yang jauh melebihi orang normal menjadikan dirinya sangat disegani bahkan ditakuti banyak orang. Tetapi menurut saya, justru seperti itulah seharusnya seorang pria, tidak banyak bicara. ^_^


Sebenarnya, kehidupan dan sikap Gaara tidak jauh berbeda dengan Nico Robin. Mereka sama-sama dikucilkan oleh seluruh penduduk di desa tempat kelahiran mereka, mereka sama-sama memiliki kekuatan luar biasa yang membuat mereka dijuluki monster, sama-sama mengalami penderitaan yang begitu berat sejak mereka masih terlalu kecil, dan sama-sama tidak banyak bicara dan tidak banyak bergerak, serta sama-sama mempunyai luka di hati yang mendalam.


Sejak kecil, Gaara dianggap sebagai the ultimate weapon yang juga dapat menghancurkan desa tempat ia tinggal itu sendiri, karena itulah seluruh penduduk desa sangat takut padanya dan lari begitu melihatnya. Tetapi sebenarnya Gaara adalah anak yang baik dan ingin hidup normal seperti anak-anak biasanya. Namun, karena monster yang ada dalam tubuhnya, menyebabkan ia tidak dapat bermain seperti anak-anak pada umumnya karena mereka semua takut padanya, bahkan sang ayah yang seorang Kazekage (Pemimpin negara pasir) pun beberapa kali mencoba ingin membunuhnya.


Gaara hanya percaya pada pamannya, Hasamaru yang juga ditunjuk sebagai pengasuhnya. Namun, kepercayaannya itu hancur berantakan karena sang paman pun ternyata juga berniat untuk membunuhnya. Saat itu, hati Gaara benar-benar hancur, dan ia pun memutuskan untuk tidak lagi memperdulikan orang lain, ia hanya mencintai dirinya sendiri, hidup untuk dirinya sendiri yang ditandai dengan tatoo yang ada di keningnya bertuliskan Ai (Cinta).


Gaara pun terkesan menjadi sangat jahat hingga ia bertemu dan bertempur dengan Naruto. Akhirnya ia sadar bahwa kekuatan terbesar adalah kekuatan yang kita gunakan demi untuk melindungi orang-orang yang kita sayangi, bukan kekuatan yang digunakan hanya untuk melindungi diri kita sendiri. Sejak saat itu, Gaara pun bertekad untuk dapat menjadi seperti naruto.


Bagi Gaara, Manusia tidak dapat mengalahkan kesepian.. karena itulah ia pun butuh orang-orang yang disayanginya.. Dan sejak saat itu, ia berusaha keras untuk dekat dengan orang-orang di desanya dengan tidak melakukan hal yang membuat mereka takut kembali hingga akhirnya ia pun berhasil menjadi seorang Kazekage menggantikan sang ayah.

Tidak ada komentar: